Jumat, 05 Oktober 2018

Mengatasi Stress


Apa itu stress?













Stress yaitu kondisi yang dialami oleh seseorang ketika mendapatkan berbagai tekanan dari lingkungannya. Misalkan para karyawan atau manajer yang merasa stress jika mendapatkan pekerjaan yang bertumpuk atau jika ada kesulitan saat bekerja. Selain itu para pelajar yang merasa stress ketika mau menghadapi ujian namun belum ada persiapan untuk belajar.
Umumnya orang menyadari adanya stress. Namun juga ada orang yang tidak menyadari ketika dirinya sedang mengalami stress. Stress dapat terjadi pada setiap orang dan setiap waktu. Reaksi seseorang terhadap stress tidak selalu bersifat negatif, ada juga reaksi stress yang bersifat positif. Reaksi stress yang bersifat negatif terjadi jika adanya keluhan atau gangguan pada orang tersebut seperti gangguan kesehatan jasmani,  kesulitan untuk memusatkan pikiran atau perhatian, frustrasi,  dan adanya ketegangan emosi. Sedangkan reaksi stress yang bersifat positif terjadi jika stress tersebut menimbulkan dampak yang menjadi pendorong orang untuk berusaha, seperti kegagalan yang pernah dialami dapat memacu seseorang untuk berusaha menjadi lebih baik lagi.
Jadi stress tidak selalu berakibat buruk pada diri , stress juga dapat berguna bagi seseorang untuk meningkatkan diri dan menjadi lebih baik lagi. Yang terpenting bagaimana saat kita mengalami stress tanpa bereaksi negatif. Akan tetapi jika stress yang dialami terlalu berat dan berlangsung lama dapat merugikan diri.


Ciri-ciri Orang yang Mengalami Stress
Adapun beberapa ciri orang yang mengalami stress diantaranya sebagai berikut:
1.         Pandangan kabur walau kelihatan tajam
2.        Gugup berlebihan
3.        Gangguan pada usus
4.       Susah tidur atau insomnia
5.       Jalan sempoyongan
6.       Mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi
7.       Bernapas terasa sesak
8.       Berbicara tidak terarah, dan lain-lain.

Jenis-Jenis Stress
Tahukah anda bahwa stress memiliki berbagai macam jenis. Tidak hanya satu jenis saja. Jenis stress ini tidak banyak diketahui oleh banyak orang. Yang mereka tahu adalah stress itu hanya satu macam. Berikut ini berbagai macam jenis stress yang ada :
·        Stress Baik
Jenis stress ini merupakan stress yang tidak seutuhnya dipicu dengan hal dan keadaan buruk. Pengalaman yang bersifat positif pun bisa juga menimbulkan stress. Pengalaman positif yang bisa memicu stress baik adalah pengalaman saat kelulusan sekolah, saat upacara pernikahan. Stress baik dengan dosis yang kecil dan tidak berlebihan justru baik untuk kekebalan tubuh kita. Hal itu dikarenakan stress yang dialaminya akan membuat energi-energi positif menyelimutinya sehingga sistem imun akan meningkat. Stress baik juga membuat orang menjadi mudah dalam menikmati setiap proses yang dia alami dalam hidupnya. Dia juga bisa menikmati setiap proses yang menjadi tujuannya selama ini. Sehingga dia tidak menikmati hasilnya saja namun juga menikmati prosesnya.
·        Distress Internal
Jenis stress ini merupakan jenis stress yang akan sulit untuk diatasi. Distress dibagi menjadi dua jenis stress yaitu distress akut dan juga distress kronis. Distress akut merupakan jenis stress kuat yang bisa muncul begitu saja namun juga bisa hilang dengan cepat. Distress kronis merupakan stress yang tidak bisa hilang begitu saja dan bisa berlangsung dalam waktu yang lama. Kedua jenis distres dihasilkan dari pengalaman buruk, perubahan kondisi yang tidak terduga, rasa tidak nyaman akibat dari ancaman yang ada di dalam hidupnya. Dalam hidup ini setiap orang ingin hidup dengan aman dan damai tanpa adanya ancaman dari pihak luar. Ketika rasa aman dan damai tersebut terusik, orang bisa mengalami distress.
·        Stress Jangka Pendek
Stress jangka pendek disebut juga dengan eustress. Stress jangka pendek bisa memberikan hal positif dan energi bagi pelaku stress. Stress dalam jenis ini bisa dikendalikan oleh pelaku. Stress ini termasuk dalam stress yang positif dikarenakan mampu mengembangkan kreativitas, motivasi, antusias dan juga meningkatkan produktivitas.
·        Hyperstress
Stress ini bisa terjadi saat seseorang telah melampaui batas kemampuan di dalam dirinya untuk mengatasi berbagai macam tekanan yang hadir di dalam hidupnya. Orang dengan hyperstress akan mudah marah, mudah emosi dan mudah meledak.
·        Hypostress
Stress dengan jenis ini adalah kebalikan dari hyperstress. Hidup pelaku hypostress cenderung monoton dan tanpa tekanan. Kesan membosankan melekat pada pelaku stress dengan jenis ini. Akibatnya adalah kebosanan yang ada membuat pelaku stress menjadi stress dan tidak bersemangat dalam menjalani kehidupannya.

Faktor-faktor Penyebab Stress
Faktor yang menyebabkan stress disebut stressor. Ada beberapa macam faktor yang menjadi penyebab stress yaitu:
1.         Stressor fisik atau jasmaniah,  antara lain:
§  Suhu terlalu panas atau dingin
§  Suara bising
§  Rasa nyeri atau sakit
§  Kelelahan fisik
§  Pertumbuhan jasmani
§  Tempat tinggal yang kurang memadai
§  Polusi udara,  pencemaran zat kimia
2.        Stressor psikologik,  antara lain:
§  Perasaan takut
§  Kesepian,  patah hati
§  Perasaan marah, jengkel
§  Cemburu, iri hati
3.        Stressor sosial-budaya,  antara lain:
§  Hubungan sosial
§  Kesulitan pekerjaan,  menganggur,  pensiun,  PHK
§  Perpisahan,  perceraian, keterasingan
§  Konflik dalam rumah tangga

Apa Akibat Dari Stress?
Akibat lebih jauh dari stress adalah pengendalian emosi yang kurang,  gangguan fisik atau jasmani, bahkan gangguan kejiwaan. Reaksi pengaruh seseorang terhadap stress berbeda-beda.
Ø Reaksi yang bersifat jasmani
ü Jantung berdebar-debar
ü Otot-otot mejadi tegang
ü Sakit kepala
ü Sakit perut
ü Lelah
ü Gangguan makan (tidak berselera makan/makan berlebihan)
ü Eksim
Ø Reaksi yang bersifat kejiwaan
ü Sulit memusatkan perhatian
ü Insomnia
ü Cenderung suka menyalahkan orang lain
ü Cemas
ü Menarik diri dari pergaulan
ü Menyerang
ü Mudah tersinggung atau sensitif
Pada tahap yang berat stress dapat menyebabkan:
ü Tekanan darah tinggi
ü Asma berat
ü Serangan jantung
ü Gangguan jiwa

Mencegah Stress

Banyak sekali bahaya stress yang bisa terjadi. Oleh sebab itu salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencegah datangnya stress. Cara mencegahnya adalah sebagai berikut ini:

1.     Jangan Terlalu Percaya Diri Dengan Mengandalkan Diri Sendiri
Setiap orang membutuhkan orang lain di dalam kehidupannya. Tidak semua hal bisa dikerjakan sendiri, oleh sebab itulah dia memerlukan orang lain. Dengan bantuan orang lain, anda bisa mencegah stress menghampiri anda.
2.     Jadilah Diri Sendiri
Jangan membandingkan diri anda dengan orang lain. Jangan mengharuskan kemampuan anda harus sama dengan kemampuan orang lain. Hal itu akan memaksa diri anda bekerja keras. Jadilah diri sendiri untuk mencegah stress datang ke dalam diri anda.
3.     Menekuni Hobi
Hobi bisa memberikan kesenangan dan kepuasan batin di dalam diri anda. Menekuni hobi bisa membuat diri anda terhindar dari stress.
4.    Jangan Memendam Masalah Sendiri
Tidak selamanya diam adalah emas. Agar tidak menjadi depresi ada baiknya anda tidak menyimpan masalah anda sendiri dan jangan dipendam sendiri. Ceritakanlah kepada orang lain tentang masalah anda. Dengan begitu beban pikiran tentang masalah anda sedikit berkurang.
5.    Berdoa
Orang yang mudah terkena stress adalah orang yang jiwanya kosong dan tidak terisi. Untuk mencegah stress dekatkanlah diri kepada tuhan dan berdoalah kepada-NYA. Jika selalu mengingat NYA, anda akan terhindar dari rasa stress.

Cara-cara Mengendalikan Stress










1.         Rencanakan masa depan dengan lebih baik
Dahulukan mana yang lebih penting dan mana yang dapat ditunda. Ketika mempunyai tugas,  selesaikan tugas itu. Tugas yang tidak selesai dapat menimbulkan stress yang berdampak negative.

2.        Menghindari diri dari membuat beberapa perubahan sekaligus
Setiap perubahan dapat menimbulkan stress. Pindah rumah, pindah pekerjaan, dan lain-lain memberi perubahan besar yang dapat menimbulkan stress. Beri waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan baru sebelum melangkah lebih lanjut.

3.        Terima diri sendiri sebagaimana adanya
Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Jangan bandingkan diri anda dengan orang lain. Terimalah segala kekurangan yang anda miliki, wajah anda,  tinggi badan,  berat badan, jerawat, ataupun kekurangan lainnya. Belajarlah untuk menerima diri apa adanya.

4.       Terimalah lingkungan sebagaimana adanya
Ketika lingkungan tidak sesuai dengan yang anda harapkan, usahakan anda untuk menerimanya.

5.       Berbuatlah sesuai kemampuan dan minat anda
Pilihlah pekerjaan yang sedusi dengan kemampuan dan minat anda. Tetapkan sasaran hidup yang mudah untuk dirangkai. Terima segal kenyataan yang ada, sepeti membelanjakan uang seperlunya sesuai kemampuan jangan belanjakan untuk yang tidak perlu.

6.       Buatlah keputusan yang bijaksana
Sebelum membuat suatu keputusan  carilah keterangan selengkap-lengkapnya terlebih dahulu dan berpikirlah dengan tenang, jangan mudah dipengaruhi oleh perasaan. Pertimbangkan baik buruk dari keputusan yang akan diambil. Alangkah lebih baik jika melibatkan orang lain dalam mengambil keputusan untuk berunding.

7.       Berpikirlah secara positif
Jauhkan pikiran atau perasan negatif tentang seseorang atau suatu hal. Jangan membesar-besarkan masalah, jangan mudah menyalahkan orang lain atau keadaan.

8.       Bicarakanlah persoalan dengan orang lain
Jangan menanggung beban hidup atau persoalan hidup sendiri. Lebih baik jika membicarakannya dengan orang lain yang telah anda percayai.

9.       Menjaga kesehatan
Kesehatan yang buruk merupakan stress. Oleh karena itu,  kesehatan tubuh perlu dijaga dengan makan dan tidur yang cukup,  berolahraga dengan teratur,  menjauhi minuman keras,  dan tidak merokok.

10.     Membina persahabatan dengan orang lain
Anda perlu membina persahabatan dengan orang-orang terdekat disekitar anda seperti keluarga,  tetangga, lingkungan sekolah,  lingkungan pekerjaan, dan lain-lain. Anda memerlukan sahabat untuk mengobrol,  tertawa bersama,  pergi bersama,  atau bahkan saling menolong. Memiliki sahabat dapat membantu mengurangi stres. Belajar untuk menghargai orang lain dan bersabar terhadap kesalahan-kesalahan mereka, bekerja sama, berbagi suka duka, dan berkorban dengan ikhlas untuk orang lain. Jika anda dapat menerima orang lain apa adanya, maka orang kampung akan menerima anda apa adanya.

11.       Meluangkan waktu untuk diri sendiri
Ketika anda sudah merasa lelah dan tegang makan istirahatlah. Jika perlu adakan perubahan pada jadwal rutin anda agar tidak terlalu padat. Meluangkan waktu untuk berlibur diakhiri pekan atau melakukan hobi atau kegiatan positif yang anda sukai seperti berkebun, lari pagi, memancing,  dan lain-lain.

12.      Melakukan relaksasi.
Relaksasi dapat mengendurkan ketegangan-ketenangan yang disebabkan oleh stress. Lakukanlah selama 10-15 menit setiap hari agar anda menjadi rileks.

13.      Disiplin waktu
Misalkan ketika anda akan pergi ke sekolah atau bekerja namun anda tidak disiplin waktu, pasti selama perjalanan akan merasa tergesa-gesa, cemas, dan dapat menimbulkan stress. Oleh karena itu, belajarlah untuk dapat disiplin waktu.



Sumber rujukan:


Suhadi, Aloysius. 2017. Konseling Pernikahan dan Keluarga. Jakarta: UNINDRA.

Husairi, Achsan. 2006. Modul Bimbingan dan Konseling untuk SMP/MTs. Depok: Arya Duta.

https://halosehat.com/penyakit/stres

Jumat, 28 September 2018

BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR


Masa usia sekolah dasar berlangsung dari usia 6-12 tahun. Pada usia ini pertama kalinya anak menerima pendidikan formal. Masa ini disebut sebagai masa matang untuk bersekolah karena pada masa ini anak mendapat kecakapan-kecakapan yang baru di sekolah. Anak sudah siap menjelajahi lingkungannya, ia ingin mengikuti lingkungannya, mengetahui tata kerjanya, dan menjadi bagian dari lingkungannya. Ia tidak puas lagi kalua hanya jadi penonton saja.
Seorang ahli mengatakan pada periode ini anak sudah menampakkan kepekaan untuk belajar. Salah satu tanda permulaan periode sekolah ini yaitu sikap anak terhadap lingkungannya tidak lagi egosentris, melainkan obyektif dan empiris juga sudah ada sikap intelektualis. Oleh sebab itu, pada periode ini disebut sebagai masa keserasian sekolah. Pada masa keserasian sekolah ini secara relatif anak-anak lebih mudah dididik dari periode sebelumnya.




Tujuan Pendidikan Sekolah Dasar

1.      Tujuan Umum

a.      Mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia, serta

b.     Mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. (Prayitno, dalam Rochjadi, 1999:21).
2.    Tujuan Khusus
Memberikan bekal dan persiapan kepada murid untuk melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.


Karakteristik dan Tugas Perkembangan Anak SD
      Karakteristik anak-anak kelas rendah (6/7 sampai 9/10 tahun):
a.      Adanya korelasi positif yang  tinggi antara kesehatan jasmani dengan sekolah.
b.     Adanya sikap cenderung untuk mematuhi peraturan permainan tradisional.
c.      Ada kecenderungan memuji diri sendiri.
d.     Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain kalau dirasakannya menguntungkan untuk meremehkan orang lain.
e.     Kalau tidak bisa menyelesaikan suatu soal, dianggap soal tidak penting.
f.       Anak menghendaki nilai angka rapor yang baik tanpa mengingat prestasinya memang sepantasnya baik atau tidak.

      Karakteristik anak kelas tinggi Sekolah dasar (9/10 sampai 12/13 tahun):
a.      Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit.
b.     realistik, ingin tahu, dan ingin belajar.
c.      Menjelang akhir masa ini telah ada minat terhadap hal-hal dan mata pelajaran khusus.
d.     Anak berusaha menyelesaikan tugasnya sendiri.
e.     Anak memandang nilai rapor sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya disekolah.
f.       Anak-anak ini cenderung membentuk kelompok sebaya untuk bermain bersama.
g.     Mereka tidak terikat aturan permainan tradisional, tapi cenderung membuat peraturan sendiri.

·        Tugas-tugas perkembangan pada periode SD menurut Prayitno (dalam Rochjadi, 1999:22) agar mampu memasuki awal remajanya yaitu:
a.      Menanamkan dan mengembangkan kebiasaan dan sikap dalam bermain, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.     Mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung.
c.      Mengembangkan konsep-konsep yang perlu dalam kehidupan sehari-hari.
d.     Belajar bergaul dan bekerja kelompok sebaya.
e.     Belajar menjadi pribadi mandiri.
f.       Mempelajari keterampilan fisik sederhana yang diperlukanbaik untuk permainan maupun kehidupan sosialnya.
g.     Membina hidup sehat untuk diri sendiri dan lingkungan.
h.     Belajar menjalankan peranan social sesuai dengan jenis kelaminnya.
i.       Mengembangkan sikap terhadap kelompok dan lembaga-lembaga sosial lainnya.
j.       Mengembangkan pemahaman dan sikap awal untuk perencanaan masa depan.

      Menurut Havighurst ada 9 tugas perkembangan ysng deharusnya dicapai anak-anak SD:
a.      Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk melakukan permainan.
b.     Membina sikap hidup yang sehat terhadap diri sendiri, sebagai individu yang sedang berkembang.
c.      Belajar bergaul dengan teman sebaya.
d.     Mulai mengembangkan peran sesuai jenis kelamin.
e.     Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung.
f.       Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
g.     Mengembangkan kata hati, moral, dan skala nilai.
h.     Mengembangkan sikap terhadap kelompok dan lembaga-lembaga social.
i.       Mencapai kekebasan pribadi.


Bidang Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar
1.      Bidang bimbingan pribadi: Membantu murid untuk menemukan, mengenal, mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Bidang bimbingn sosial: Membantu murid SD untuk mengenal dan memahami lingkungan sosialnya.
3.     Bidang bimbingan belajar: Membantu murid SD mengenal, menumbuhkan dan mengembangkan kebiasaan belajar yang baik.
4.    Bidang bimbingan karier: Membantu siswa SD mengenali dan mulai mengarahkan diri untuk karier masa depan.

Jenis-jenis Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar
1.      Layanan Orientasi
Layanan orientasi di SD ditujukan untuk murid baru (jika diperlukan melalui orang tua murid) untuk memberikan pemahaman dan penyesuaian diri murid di lingkungan sosial yang baru dimasukinya. Layanan orientasi dapat dilakukan melalui metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Dapat dilengkapi dengan peragaan, selebaran, peninjauan ke tempat-tempat yang dimaksud seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain.
2.    Layanan Informasi
Layanan informasi bertujuan untuk membekali murid dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman mengenai berbagai hal untuk mengenal dirinya, merencanakan dan mengembangkan kehidupannya sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat. Layanan informasi dapat dilakukan melalui metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Dapat dilengkapi dengan peragaan, selebaran, tayangan video, film, tayangan foto, dan peninjauan ke tempat-tempat yang dimaksud.
3.     Layanan Penempatan dan Penyaluran
Berbagai hal termasuk bakat dan minat banyak yang tidak tersalurkan secara tepat. Hal tersebut membuat murid tidak dapat berkembang secara optimal. Layanan penempatan dan penyaluran memungkinkan murid berada pada tempat atau posisi yang tepat, berkenaan dengan posisi duduk di dalam kelas, kelompok belajar, kegiatan ekstrakurikuler, program latihan, dan kegiatan-kegiatan lainnya sesuai dengan kondisi fisik dan psikisnya. Penelaahan tersebut dapat dilakukan dengan pengamatan langsung, analisis hasil belajar dan himpunana data. Semua hasil dipadukan sehingga diperoleh kesimpulan yang mantap.
4.    Layanan Pembelajaran
Layanan pembelajaran dimaksudkan untuk memungkinkan individu memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan, dan materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan dirinya.
Selanjutnya layanan pembelajaran didahului oleh pengungkapan kemampuan dan kondisi murid dalam kegiatan belajar. Pengungkapan ini dilakukan melalui pengamatan langsung, analisis hasil belajar, dan himpunan data, penyelenggaraan instrument BK, wawancara dengan murid, analisis laporan, dan diskusi dari personil sekolah.
5.     Layanan Konseling Individu
Layanan konseling individu memungkinkan murid mendapatkan layanan langsung secara tatap muka dengan guru kelas atau pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan masalahnya. Layanan ini dilaksanakan untuk mengentaskan masalah murid secara perorangan. Setiap murid secara perorangan dapat membawa masalah yang dialaminya kepada guru kelas atau pembimbing. Selanjutnya guru kelas atau pembimbing akan melayani murid dengan berbagai permasalahannya itu, seorang demi seorang tanpa membedakan pribadi murid ataupun permasalahan yang dihadapinya.
Guru kelas tidak boleh hanya sekedar menunggu saja kedatangan murid untuk minta diberi layanan konseling, guru kelas dapat memanggil murid untuk mengkonsultasikan masalahnya melalui analisis yang mendalam mengenai perlunya murid yang bersangkutan dipanggil, sehingga pemanggilan tersebut benar-benar beralasan dan kedatangan murid memberikan hasil yang cukup berarti.
6.     Layanan Bimbingan Kelompok
Layanan bimbingan kelompok untuk memungkinkan murid secara bersama-sama memperoleh berbagai pengetahuan berbagai bahan dari narasumber (terutama dari guru kelas) yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu, pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat. Selanjutnya layanan bimbingan kelompok memanfaatkan dinamika kelompok untuk mencapai tujuan layanan konseling.
Dalam layanan bimbingan kelompok guru kelas atau pembimbing secara langsung berada dalam kelompok tersebut sebagai fasilitator (pemimpin kelompok) dengan menerapkan strategi dan teknik-teknik bimbingan kelompok.
7.     Layanan Konseling Kelompok
Layanan konseling kelompok memungkinkan murid memperoleh kesempatan pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami melalui dinamika kelompok. Layanan ini merupakan layanan konseling diselenggarakan dalam suasana kelompok.


Kegiatan Pendukung Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar

1)     Aplikasi Instrumentasi

Aplikasi Instrumentasi adalah  upaya pegungkapan melalui pengukuran dengan memakai alat ukur atau instrument tertentu. Hasil aplikasi ditafsirkan, disikapi dan digunakan untuk memberikan perlakuan terhadap klien dalam  bentuk layanan konseling agar diperoleh data tentang kondisi tertentu atas dirt klien (siswa). Data tersebut kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk penyelenggaraan  bimbingan  dan konseling.
2)   Himpunan data
Merupakan suatu upaya penghimpunan, penggolongan-penggolongan, dan pengemasan data dalam bentuk tertentu. Bertujuan untuk memperoleh pengertian yang lebih luas, lebih lengkap dan lebih mendalam tentang masing-masing peserta didik dan membatu siswa memperoleh pemahaman diri sendiri.
3)    Konferensi kasus
Merupakan forum lerbatas yang dilakukan oleh pembimbing atau konselor guna membahas suatu permasalahan dan arah pemecahannya Bertujuan untuk mengumpulkan data secara lebih luas dan akurat serta menggalang komitmen pihak-pihak yang terkait dengan kasus yang terkait dengan kasus dalam rangka pemecahan masalah.
4)   Kunjungan rumah
Merupakan upaya mendeteksi kondisi keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan-permasalahan individu atau siswa yang menjadi tanggung jawab pembimbing atau konselor dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Kunjungan dilakukan apabila data siswa untuk kepentingan layanan BK belum atau tidak diperoleh melalui wawancara dan angket. Tujuannya untuk memperoleh data yang lebih lengkap dan akurat serta bertujuan untuk menggalang komitmen antara orang tua dan anggota keluarga lainnya dengan pihak sekolah yang berkenaan dengan pemecahan masalah siswa.
5)   Alih tangan kasus
Merupakan upaya mengalihkan atau memindahkan tanggung jawab memecahkan masalah atau kasus-kasus tertentu yang dialami siswa kepada orang lain yang lebih mengetahui dan berwenang.   Bertujuan untuk mem- peroleh pelayanan yang optimal dan pemecahan masalah klien secara lebih tuntas.


Sumber rujukan:
Drs. Tohirin, M.Pd. 2007.  Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dan Madrasah (Berbasis integrasi). Jakarta:  PT. Rajagrafindo Persada.  htm. 207
Anak Agung.N.A., 2013. Bimbingan dan Kkonseling Aplikasi di Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak. Yogyakarta: Graha Ilmu.